Barisan Pagar Bangsa
Web Pemerintah
Kabupaten Bogor
www.bogorkab.go.id

Kota Bogor
www.kotabogor.go.id
Mitra BPB
Informasi Bogor Terkini
www.bogornews.com
Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
News / Bogor Terkini
Satu dari Empat Warga Bogor Gila?
By admin
Tuesday, 30-November-1999, 00:00:00 Klik: 47 Kirim-kirim Print version download versi msword
BPB --- Satu dari empat warga di Kota Bogor terganggu kesehatan jiwanya? Bahkan satu dari tiga Ibu hamil memiliki gangguan psikososial. Tampaknya anda perlu memeriksakan diri apakah anda satu diantaranya.
“Di Bogor angka (gangguan kejiwaan) mencapai 24 %, jauh lebih tinggi daripada tingkat nasional yang mencapai 11%. Jadi satu dari empat orang Bogor punya resiko psikososial,” jelas dr. Erna, Kepala Puskesmas Sindang Barang di tengah ekspose dari Kader Kesehatan Jiwa tentang Program Kesehatan Jiwa, di Balaikota Bogor,Selasa (2/3/2010).

dr. Erna menjelaskan berdasarkan hasil penelitian dari Dinas Kesehatan Kota Bogor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Sindang Barang menyebutkan bahwa hasil penelitian ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat Aceh pasca tsunami.

Persoalan kesehatan jiwa merupakan masalah yang cukup serius walaupun tidak menyebarkan kematian. Tetapi menyebabkan penderita sejumlah dampak yang sangat serius. Mulai dari perilaku kekerasan (terhadap diri sendiri, keluarga atau masyarakat), tekanan pada keluarga (psikis, sosial dan ekonomi), Hilangnya usaha produktif (ekonomi), konsumen sebagian besar adalah usia produktif (17 – 50 tahun) dan pencari nafkah utama keluarga.

Pemicunya bisa beragam, mulai dari kehilangan anggota keluarga atau orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, kehilangan harta benda, kehilangan anggota tubuh, penderita penyakit kronis : darah tinggi, TBC, Kencing manis, Jantung, Ginjal, rematik dan Ibu hamil dan ibu melahirkan.

“Bahkan satu dari tiga ibu hamil (bumil) memiliki gangguan psikososial. Karena bBumil rentan kena depresi. Pasien Jantung pun rentan kena depresi. Lansia 16,60% menderita gangguan emosional,” jelas Dr. Erna di depan audien yang dihadiri oleh Walikota Bogor Diani Budiarto dihadapan jajaran SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) dilingkungan Pemerintah Kota Bogor.

Ditambahkan Elin dari Kader Kesehatan Jiwa, bahwa hambatan yang dihadapi untuk memerangi penyakit kejiwaan adalah stigma dan persepsi masyarakat, terbatasnya institusi kesehatan (puskesmas) yang menyediakan pelayanan kesehatan jiwa, fasilitas dan obat-obatan yang terbatas, Kekambuhan kembali konsumen yang mandiri, pengembangan program rehabilitasi, faktor ekonomi masyarakat dan pendanaan untuk melaksanakan program.

Menurut Dr. Erna, dari hasil pembentukan kader di tiga kelurahan, yaitu Sindang Barang, Balumbang Jaya, dan Bubulak menunjukkan bahwa Puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan jiwa.

Tidak hanya pengobatan (kuratif) tetapi juga promotif, preventif dan rehabilitatif. “Dengan menjemput bola dan memberdayakan kader ternyata jauh lebih efektif,” tambahnya. Selain mempermudah akses juga mengurangi biaya layanan. “Bahkan kader bisa melakukan kunjungan rumah, home visit dan homecare,” tambah lulusan SMA Negeri 1 Bogor angkatan 1991 itu. (iso)


Dikutip dari : http://www.bogornews.com
 
Another Bogor Terkini News
.Ratusan Pelajar Unjuk Kebolehan Pasanggiri Sunda
.Massa HTI Desak Pemkot Bogor Mengusut Pelaku Manipulasi IMB
.Musim Penghujan DBD Hantui Warga Bogor
.0,9 Persen Masyarakat Indonesia Alami Kebutaan
.Persoalan Sampah Menjadi Masalah Nasional
.Hari Sampah, TPA Galuga Longsor
Forum Diskusi
Latest Post
. Barisan Pagar Bangsa
Latest Response
Tamu Web Ini
Selamat Datang Tamu!
Tamu online: 1

Tidak ada member yang Online saat ini.