Dunia terdiri dari sesuatu yang terus menerus mengalir dan menjadi, sedangkan yang belum menjadi hanyalah merupakan refleksi wujud dan pola-pola dasar abadi yang terkandung dalam simbolisme universal tentang manifestasi alam semesta dan budaya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang bukan hanya menyatukan diri dalam irama dan kekuatan alam maupun budaya, melainkan juga dalam paduan harmoni dan keutuhannya.
Pembauran kualitas, kekuatan dan karakter supra individual dari berbagai elemen masyarakat atau bangsa (rakyat) yang berdaulat dan beradab, adalah bagian dari suatu keutuhan yang tidak hanya berkaitan dengan kesatuan kosmos dan apa yang ada dibalik alam dengan kesatuan prinsip semangat kegotong-royongan antar sesama manusia. Maka dari semangat inilah terbentuk suatu organisasi massa (ormas) yang independen, dengan nama; Barisan Pagar Bangsa (BPB).
Barisan Pagar Bangsa (BPB) dibentuk pada hari Senin tanggal 9 Juni 2003 di Jakarta dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 sebagai suatu bentuk perwujudan nyata dalam menjaga dan memelihara keutuhan bangsa dan Negara Republik Indonesia. Bangsa Indonesia yang multi kultural ini sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan kesatuan kosmos dan apa yang ada dibalik Alam dengan kesatuan prinsip ketuhanan, melainkan pula dengan kesatuan hidup individual dan masyarakat yang diatur oleh hukum ketuhanan, yaitu menunjukkan realitas kosmos sebagai wahyu primordial Tuhan. Oleh karena itulah, BARISAN PAGAR BANGSA (BPB) adalah suatu organisasi massa (ormas) yang: Independen, Agamis, Demokratis, Nasionalis, Spiritualis dan Realistis.
Barisan Pagar Bangsa (BPB) menekankan hubungan yang harmoni antara berbagai elemen masyarakat dan hal itu haruslah terjalin erat demi terciptanya masyarakat yang adil dan beradab untuk mengembalikan manusia dan alam kesucian primordial saat Yang Maha Esa menghadirkan diri-Nya didalam hati manusia dan mengumandangkan sebuah simponi abadi dalam keselarasan yang ada pada Alam Bumi Persada Nusantara yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan
Barisan Pagar Bangsa (BPB) adalah merupakan suatu bentuk keanekaragaman (keagamaan, kebudayaan, ras dan suku), keselarasan dan kebersamaan dari seluruh komponen bangsa yang menginginkan adanya perbaikan kehidupan dengan kemakmuran yang merata, kebebasan dalam berbudaya dan beragama serta berkeyakinan yang secara organis saling berhubungan dan berperan dalam mempererat tali persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk mencapai masyarakat adil dan maksmur, penuh rasa tanggung jawab dan berkepribadian yang sekaligus menjadi ujung tombak dari pencerminan jatidiri bangsa Indonesia sesungguhnya.
Barisan Pagar Bangsa (BPB) akan selalu mengedepankan amanah dan cita-cita luhur sebagai penerus dari para pejuang
bangsa terdahulu dalam membangun dan memakmurkan seluruh elemen masyarakat yang selama ini hanya dijadikan aset kepentingan para elit politik dengan tanpa pernah membuktikan janji-janji muluk yang selalu mereka ucapkan. Maka berangkat dari rasa kekecewaan dan semangat reformasi inilah akhirnya terbentuk suatu organisasi massa (ormas) yang diberi nama; Barisan Pagar Bangsa (BPB) yang merupakan wadah bagi seluruh elemen masyarakat dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras maupun budaya, sehingga memungkinkan agar mereka turut berperan aktif dalam kiprah pembangunan dan pembenahan moralitas bangsa yang semakin hari semakin merosot saja, dan menjadikan Barisan Pagar Bangsa (BPB) sebagai bagian dari rasa kepedulian bangsa terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai acuan bagi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, sehingga seorang pimpinan atau pejabat dari suatu instansi agar lebih memperhatikan dan mendahulukan kepentingan rakyatnya daripada kepentingan pribadi, keluarga maupun golongannya sendiri.
Barisan Pagar Bangsa (BPB) selalu menekankan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang merupakan bagian dari ekosistem Alam Primordial untuk dibangkitkan kembali demi menyadarkan manusj dari keterlenaan yang berkepanjangan, karena sudah saatnya bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersegera bangkit dari krisis kemiskinan, krisis moral dan krisis kepemimpinan, maka dalam wadah BARISAN PAGAR BANGSA (BPB) inilah yang akan menjadi bentuk dari berbagai macam kesadaran bagi masyarakat untuk dapat mengenyam dan merasakan buah dari kemerdekaan yang sesungguhnya, yang selama ini hanyalah dirasakan dan dikuasai oleh kepentingan para elit politik semata.
Kesadaran semacam inilah yang sesungguhnya merupakan substansi dari seluruh elemen masyarakat dan menjadi salah satu penyebab terbentuknya eksistensi manusia paripurna untuk memunculkan kembali rasa nasionalisme yang tinggi bagi masyarakat luas, sehingga seluruh elemen masyarakat akan memiliki jiwa yang obyektif dalam menilai atau menimbang suatu
permasalallan yang seringkali terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal inilah yang mungkinkan setiap diri bangsa akan selalu mempertahankan dan membela pemerintahan yang sah, yang terpilih oleh rakyat, agar bangsa ini memiliki kepribadian yang mandiri dan kewibawaan yang besar dimata dunia. Jika sudah demikianhalnya, tidak akan ada lagi pelecehan maupun penghinaan yang dilakukan oleh bangsa lain kepada bangsa Indonesia.